Kreskit Periode 2013

Selamat datang di blog Kreskit (Kreativitas Kita). Jika Anda memiliki tulisan berupa artikel, opini, puisi atau cerpen silahkan kirim karya Anda ke email kreskit.uad@gmail.com[...]

SLIDE-2-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com[...]

SLIDE-3-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com[...]

If you are going [...]

SLIDE-4-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com[...]

SLIDE-5-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com[...]

Tampilkan postingan dengan label April 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label April 2013. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2013

Puisi: Hijab Bidadari

Hijab Bidadari
Karya: Santi Nurrahmawati

Pagi ini dapat kurasakan segarnya
Udara pagi hari
Pagi ini dapat kunikmati indahnya
Warna-warni alam semesta
Raja siang yang menguasai kerajaannya
Telah menampakkan dirinya
Di sela awan cerah itu
Semua itu kudapatkan
Karenamu ...
Semua itu dapat kurasakan
Karenamu ...
Perempuan bermahkota hitam itu telah menjadikan
Diriku seperti emas
Tanpa bantuan tangan-tangan jahat
Yang  hanyan membuatku semakin berkarat
Kau sungguh hebat
Kau benar-benar berwarna
Kau sungguh indah sekaligus mulia
Hijab pakaianmu membuat iri bidadari surga Firdaus
Kau sangat
Dan teramat
Mulia

Santi Nurrahmawati, mahasiswa PBSI yang mulai aktif menulis puisi. Ia sekarang semester 2.

By Blog KRESKIT with No comments

Profil: Ada Niat, Ada Jalan


Danik Susiyati, begitulah namanya lengkapnya. Gadis berusia 23 tahun yang kerap disapa Danik TS ini berhasil lulus dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 16 Maret 2013 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3, 58. Ia juga lulus dengan predikat cumluade.
Putri dari pasangan Sagimin Hadi dan Supiyanti ini mengaku tidak mudah mendapatkan IPK 3,58. “Perlu kerja keras untuk mendapatkan IPK tinggi sekaligus lulus dengan predikat cumluade. Apalagi dulu saya pernah ikut organisasi Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB) dan Poros. Kita harus pintar dalam membagi waktu agar organisasi lancar dan pelajaran tidak berantakan” ujarnya saat diwawancarai reporter Kreskit.
Penulis skripsi yang berjudul Diskriminasi Puisi Atas Nama Cinta karya Denny J.A (Kajian Strukturalisme Genetik) ini termasuk dalam mahasiswi yang memiliki banyak prestasi. Berbagai prestasi pernah diraihnya diantaranya juara 1 lomba penulisan naskah Peksimida 2012 dan juara 2 lomba cerpen di Fakultas Sastra. Ia juga sering menjadi sutradara dalam berbagai pentas drama JAB, misalnya “Makam Tak Bertuan, Tuan Tak Bermakam”.
Alumni UAD yang (Mahasiswa PBSI) dari Gunungkidul ini berpesan “Boleh kita merasa santai tapi harus tetap bertanggung jawab pada kuliah, karena kita harus mempertanggungjawabkan amanah bapak-ibu kita” tambahnya sambil tersenyum bangga. Tidak hanya itu, tambahnya, saat dipanggil menjadi mahasiswa yang lulus dengn predikat cumluade, ada rasa bangga terhadap diri sendiri dan pastinya orangtua sangat bangga terhadap kita.
Pantas rasanya kita acungkan dua jempol, karena keberhasilannya dalam berorganisasi tidak membuat nilai-nilainya jeblok. Baginya, selama ada niat kuliah maka selesaikan apapun itu. Hasilnya itu adalah kewajiban. “Jangan karena ada masalah lalu berhenti. Disiplin waktu, disiplin kerja, disiplin belajar itu kunci utama menuju sukses. IPK itu pasti akan mengikuti jerih payah kita”. (Ilma dan Anggun)

By Blog KRESKIT with No comments

Cerpen: Hartini

 Hartini
Oleh: Utami Pratiwi

“Ibu hanya bisa meninggalkan Rama sebagi teman hidupmu. Jaga dia Har, jangan biarkan ia membuat perempuan menangis seperti apa yang dilakukan Bapakmu selama ini kepada Ibu.”

            Sudah lima belas tahun lalu pesan itu kuterima. Tapi rasa-rasanya baru kemarin sore. Ah, memang. Selalu ada cara untuk mengingatmu Bu, juga pada malam seperti ini. Dulu ketika pesan itu sampai di telingaku, aku tak begitu tahu. Dalam benakku hanya ingin meraih Rama dalam gendongan yang tak henti menangis. Tak hanya sampai di situ, paginya Rama selalu mengulang pertanyaan yang sama; mengapa Ibu sendirian dimasukkan dalam pusara?
Kala itu usia Rama belum genap empat tahun. Susah untuk menjelaskan pertanyaan kemana Ibu pergi. Ternyata malam membantuku menjawab.
“Bintang yang paling terang itu adalah Ibu, Rama.” Kataku menghentikan rengekan Rama kesekian kali.
“Ibu pergi ke atas sana tanpa mengajak Rama?” wajah polos itu bertanya sambil menunjuk ke angkasa.
“Belum, karena Ibu ingin melihat semua tingkah laku Rama.”
Sebuah alasan klasik seperti dalam kisah-kisah buku dongeng. Tapi ini nyata yang kualami. Mungkin saja kisah klasik itu ditulis berdasarkan kenyataan. Ah, siapa yang tahu.
Sekarang kembali kupandangi bintang. Juga bersama Rama. Jelas Rama sudah tahu cerita sebenarnya.  Sekarang usianya sudah 14 tahun dan aku memasuki 26 tahun. Oh ya Bu, sampai saat ini aku masih bisa memegang janji-janjiku. Rama tak pernah membuat perempuan menangis seperti pesan Ibu dulu.
“Aku tak pernah melihat Mbak Har menangis. Bahkan saat disakiti.” Ucapnya tanpa menatapku. Lebih asik menyaksikan bintang gemintang di langit.
“Buat apa menangis.” Sanggahku.
“Benar Mbak tidak kecewa dengan pernikahan Mas Bugi?”
“Mungkin itu jalan dari Tuhan.”
Bu, hampir saja kami hudup bertiga. Laki-laki itu bernama Mas Bugi. Ia berjanji akan menyuntingku lima bulan lalu. Kemudian sebulan ini ia menghilang, dan dua hari lalu ada sebuah undangan pernikahan datang. Ada nama Mas Bugi di situ, tapi cetakkan nama perempuan dalam undangan itu bukan namaku.
Kemarin malam Bu, dengan diam-diam aku menangis. Jelas aku bersembunyi agar Rama tak mendengar. Mungkin Ibu lupa, sebelum Ibu pergi, tak berpesan agar aku tak menangisi laki-laki seperti Ibu dulu menangisi Bapak.

Jogja, 5 April 2013

Utami Pratiwi, Pemimpin Umum Kreskit periode 2012-2013. Suka menulis, menulis adalah bekerja untuk keabadian. Email utami_pratiwi88@yahoo.com

By Blog KRESKIT with No comments

Wacana: FASILITAS KAMPUS UNTUK SIAPA?


FASILITAS KAMPUS UNTUK SIAPA?
Oleh: Diana Pertiwi dan Rusmita Weny Rainistuti

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan satu dari sekian banyak kampus swasta di Yogyakarta yang memiliki jumlah mahasiswa cukup banyak. Terbagi menjadi lima buah  kampus, tentulah bukan hal yang mudah bagi para mahasiswa juga dosen untuk dapat menikmati fasilitas kampus yang nyaman dan memadai. Hal inilah yang kemudian menjadi tugas pihak kampus untuk dapat memberikan fasilitas-fasiitas tersebut supaya semua mahasiswa dapat menikmati fasilitas kampus secara merata, tanpa ada yang harus merasa dirugikan satu sama lain. Sayangnya, kelengkapan fasilitas yang kurang memadai membuat beberapa mahasiswa merasa dirugikan dan dikecewakan.

Rohmin, mahasiswi semester enam Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) merupakan salah satu mahasiswa yang merasa kecewa terhadap fasilitas kampus. Ia mengaku belum bisa menikmati fasilistas kampus seperti yang lainnya. Ia juga merasa sangat kecewa karena PPL 1 yang seharusnya dilakukan di Lab Microteaching justru dilakukan di kelas biasa. “Seharusnya kampus bisa lebih adil dalam pengaturan jadwal supaya semua mahasiswa bisa sama-sama menikmati fasilitas kampus” ujar Rohmin saat di wawancarai.

Berbeda dengan Rohmin, yang mengeluhkan mengenai fasilitas kampus, M. Ramdhani  yang juga merupakan mahasiswa semester enam PBSI  memilih bersikap biasa mengenai hal tersebut. Baginya di kelas ataupun di Lab sama saja, yang penting adalah bagaimana kita dapat mengaplikasikan pengajaran dengan baik.

Sebenarnya, fasilitas kampus tidak hanya terletak pada persoalan Lab saja, tapi juga fasilitas-fasilitas yang lain, seperti kurangnnya ruang kelas, fasilitas komputer yang dapat digunakan serta kurangnya ruangan untuk mahasiswa-mahasiswa yang aktif dalam organisasi. Akibatnya, mahasiswa pun jadi malas untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, termasuk untuk kuliah, juga aktivitas-aktivitas lain yang memiliki nilai positif.

Mencari solusi untuk menangani masalah ini tentu tidak mudah. Mengeluh juga tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaiknya kita bersama-sama berpikir bagaimana mengatasi hal tersebut. Dengan begitu para mahasiswa dapat membantu pihak kampus dalam memperbaiki fasilitas-fasilitas yang sudah ada. Semoga pihak kampus tidak selalu dibantu mahasiswa untuk melakukan kewajibannya. Amin.

By Blog KRESKIT with No comments

Pro Kontra Kuliah Malam

Memasuki perkuliahan minggu kedua semester genap, sudah banyak mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengeluhkan jadwal kuliah yang bertambah di malam hari. Pada semester-semester sebelumnya, kuliah malam mulai ramai jelang pertengahan atau akhir semester sebagai pengganti kuliah yang kosong, akan tetapi kuliah malam saat ini bukanlah kuliah pengganti. Kuliah malam merupakan kuliah biasa layaknya di siang hari. Hal ini tentu saja menimbulkan pro dan kontra dikalangan mahasiswa di kampus 2 UAD, khususnya Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).

Niken, salah satu mahasiswa PBSI semester 4 merupakan pihak yang keberatan dengan jadwal kuliah malam. Menurutnya kuliah malam sebenarnya tidak efisien, karena mahasiswa dari pagi hingga sore sudah mengikuti pekuliahan. perkuliahan. Saat kuliah pun konsentrasi berkurang sehingga materi yang disampaikan dosen tidak sepenuhnya diserap otak. .”Kuliah malam itu tidak enak, malam itu waktunya untuk istirahat, belum lagi dengan tugas yang menumpuk”, keluhnya saat diwawancarai tim Kreskit. Orangtua mahasiswa termasuk dalam pihak yang kontra. Mereka mengkhawatirkan anaknya jika pulang kuliah di malam hari. Selain berbahaya, juga tidak enak dilihat tetangga jika anak perempuan mereka pulang malam.

Pihak yang pro dengan jadwal kuliah malam adalah Riana dan Doni yang juga merupakan mahasiswa PBSI semester 4. Menurut mereka kuliah malam lebih nyaman karena tidak panas seperti saat siang hari. Materi pelajaran juga lebih mudah diterima, lingkungan sekitar kelas dan kampus tenang. Dosen pun kalau malam hari lebih enjoy saat mengajar

Keterbatasan ruangan yang ada dikampus 2 UAD merupakan salah satu alasan mengapa kuliah malam diadakan. Oleh karena itu kampus 2 UAD harus memikirkan solusi untuk menanggulangi maslah ini, misalnya saja dengan memperbanyak ruang kelas. Selain itu jika terpaksa harus kuliah malam, lebih baik dosen mengakhiri perkuliahan sebelum larut malam.(Aini)

By Blog KRESKIT with No comments